Ritual Tetabuhan Masyarakat Cipala Saat Mencari Warga yang Hilang

CILEGON, GALIJATI.ID – Suasana Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, mendadak hening dan tegang sejak kabar hilangnya Harini (60), warga Link. Cipala, pada Rabu siang, 19 November 2025. Harini yang berangkat mencari rumput di kawasan perbukitan sekitar Cipala tidak kembali hingga malam hari, membuat keluarga dan masyarakat setempat gelisah.

Ketika laporan resmi diteruskan kepada Kantor SAR Banten dan unsur tim penyelamat mulai bergerak ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP), masyarakat sekitar menjalankan satu tradisi lama yang diwariskan turun-temurun ā€œritual tetabuhanā€œ, sebuah praktik lokal yang dipercaya membantu menemukan warga yang hilang di hutan atau wilayah sunyi.

Ritual Tetabuhan: Tradisi Memanggil yang Hilang
Ritual tetabuhan muncul dari keyakinan masyarakat desa bahwa bunyi-bunyian dapat ā€œmembuka jalanā€, mengusir gangguan halus, atau menjadi penanda agar orang yang hilang dapat menemukan arah pulang. Di Cipala, tradisi ini masih hidup dan dilakukan secara spontan ketika terjadi musibah serupa.

Menjelang sore, puluhan warga berkumpul di jalanan dan sudut kampung yang mengarah ke perbukitan. Mereka membawa alat-alat dapur dan rumah tangga sebagai media tetabuhan.

Irama tetabuhan tidak mengikuti pola musik tertentu, tetapi mengalun seperti panggilan campuran antara bunyi keras, denting logam, dan tepukan ritmis dari berbagai sudut kampung.

ā€œIni cara orang tua dulu, suara keras membuat makhluk halus minggir, biar yang hilang dengar jalan pulangnya,ā€ ujar seorang warga yang mengikuti ritual tersebut.

Sementara itu, tim dari USS Merak dan Kantor SAR Banten bergerak menuju titik koordinat kejadian dengan membawa peralatan komunikasi, medis, dan perlengkapan jungle rescue. Di kampung, tetabuhan terus menggema sebagai bentuk doa dan harapan masyarakat agar Harini segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Bunyi-bunyian itu mengalir hingga ke tepian hutan Cipala, seakan menjadi tanda bahwa kampung menanti dan memanggil pulangnya seorang ibu yang belum kembali. (Kien/Is)

Berikan Komentarmu!