Cilegon memiliki reputasi menarik sebagai kota yang tidak berbelok-belok. Ketika kamu melihat peta atau berkendara di area ini, kota ini tampak dibangun dengan satu jalur lurus yang mendominasi.
Tulang punggung Cilegon adalah Jalan Raya Protokol yang menghubungkan Jl. Jenderal Sudirman hingga Jl. Raya Merak. Jalur ini membentang lurus hampir tanpa kendala dari gerbang masuk kota, PCI, hingga berujung di Pelabuhan Merak.
Konsekuensinya, kamu tidak memerlukan keterampilan navigasi canggih di sini. Cukup mengikuti jalur utama, dan kamu akan melewati keseluruhan pusat kegiatan kota.
Keberadaan jalan yang lurus di Cilegon tentu memiliki alasan. Sebagian besar jalur utamanya adalah bagian dari Jalan Raya Pos, Grote Postweg, yang dibangun pada zaman Daendels. Karena ditujukan untuk efisiensi militer serta pengiriman pesan antar daerah di pulau Jawa, jalan-jalan tersebut dirancang sedatar dan selurus mungkin.
Saat berjalan di sepanjang jalur lurus ini, pemandangan yang akan kamu lihat cenderung simetris dan industrial, yang meliputi:
1. Pipa-Pipa Besar
Di sepanjang jalan kawasan industri, pipa-pipa besi membentang sejajar dengan aspal, menguatkan kesan garis lurus yang tak berujung.
2. Barisan Truk Logistik
Kendaraan besar yang tersusun rapi menuju pelabuhan menciptakan garis visual yang sejalan dengan jalan.
Cilegon bisa jadi merupakan salah satu kota yang paling mudah bagi orang yang tidak tahu arah. Instruksi arah sangat sederhana, yakni terus saja lurus sampai tiba di laut.
Hampir seluruh lokasi penting, seperti pusat perbelanjaan, hotel, kantor pemerintahan, hingga pabrik, terletak di tepi jalur utama yang lurus ini.
Karena lintasan yang datar dan luas, banyak orang seringkali merasa tertarik untuk meningkatkan kecepatan kendaraan mereka. Namun, ingatlah bahwa ini merupakan jalan utama, sehingga penting untuk selalu berhati-hati terhadap kendaraan-kendaraan lain yang juga melaju lurus di sampingmu.