Gus Muwafiq Meriahkan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 dan Tahun Baru Islam di Alun-alun Kota Cilegon

Cilegon – Suasana religius dipastikan akan menyelimuti Alun-alun Kota Cilegon, malam ini (9 Juli 2025), dalam peringatan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 yang dirangkaikan dengan Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah. Selain menjadi momen spiritual untuk mengenang perjuangan para syuhada, acara ini juga akan diisi dengan tawasul dan santunan anak yatim, sebagai wujud penghormatan dan kepedulian sosial umat Islam.

Yang istimewa, acara kali ini menghadirkan KH Ahmad Muwafiq, atau yang akrab disapa Gus Muwafiq, sebagai penceramah utama. Kehadirannya tentu menjadi daya tarik tersendiri, mengingat rekam jejaknya sebagai salah satu pendakwah paling disegani di Indonesia saat ini.

Lahir di Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, pada 2 Maret 1974, Gus Muwafiq merupakan tokoh Nahdlatul Ulama yang dikenal luas karena keilmuannya yang mendalam, terutama dalam bidang sejarah Islam, budaya Nusantara, dan pemikiran kebangsaan. Gaya ceramahnya yang santai, diselingi guyonan khas pesantren, membuat setiap dakwahnya terasa hidup dan membumi.

Lebih dari sekadar pendakwah, Gus Muwafiq juga dikenal sebagai seorang aktivis dan orator, yang pernah menjabat sebagai asisten pribadi Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dari Gus Dur, ia banyak belajar tentang Islam yang inklusif dan berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan serta kebudayaan.

Salah satu yang unik dari Gus Muwafiq adalah penampilannya yang sederhana tapi khas. Ia hampir selalu tampil dengan kaos oblong putih dan sarung, serta rambut gondrong yang menjadi ciri khasnya. Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Radar Semarang (4 Oktober 2024), Gus Muwafiq sempat bercerita bahwa rambut panjangnya sudah dipelihara sejak kecil.

“Kalau dipotong pendek, sering meriang,” ujarnya sembari tertawa. Sejak itu, ia membiarkan rambutnya tumbuh panjang dan menjadikannya bagian dari identitas diri.

Kehadirannya di Cilegon malam ini bukan hanya untuk menyampaikan ceramah, tapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan spiritualitas yang mendalam, sekaligus mengajak masyarakat untuk meneladani perjuangan para syuhada Cilegon 1888 dan menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat hijrah yang lebih baik.

Berikan Komentarmu!