CILEGON, GALIJATI.ID ā Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Ciegon mencatat, kasus pelecehan seksual dan bullying di tahun 2025 naik dibandingkan tahun 2024.
Pada Tahun lalu, kasus pelecehan seksual dan bullying tercatat 62 kasus. Di tahun ini, ada 91 kasus pelecehan seksual dan bullying yang terjadi sepanjang tahun 2025
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya hingga 19 November 2025 tercatat ada 91 orang yang menjadi korban pelecehan seksual.
āKami tidak bisa merinci kaitan dengan bullying. Karena secara global, kami ini pada saat sampai dengan bulan November tahun 2025 itu yang melapor kepada kami itu sebanyak 91 korban,ā kata Lia Nurlia Mahatma, Rabu 19 November 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa korban pembulyan dan pelecehan seksual rata-rata anak-anak hingga remaja dari usia 0 ā 18 tahun .
āAnak itu di kisaran angka 0 sampai 18 tahun. Kalau untuk merinci kan saya nggak hafal ya, satu-satunya berapa Cuma rata-rata anak, anak itu kan 0 sampai 18 tahun,ā ujarnya.
Lia Nurlia mengatakan kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh DP3AP2KB dan melakukan pendampingan kepada korban.
āSemua kasus sudah ditangani oleh DP3AP2KB. Pada saat melapor kepada kita, kita langsung tangani karena kita punya tenaga ahli psikolog, advokasi, dan rohaniawan. Saat anak itu memerlukan sebuah pendampingan ya kita turunkan psikolog,ā tuturnya.
Ia berharap juga di akhir bulan sampai bulan Desember tidak lagi bertambah dengan adanya kasus pembullyan dan pelecehan seksual.
āMudah-mudahan kita terus dengan menekankan edukasi, ya masyarakat bisa lebih tepat gitu ya untuk pencegahan ini,ā Tutupnya. (Kien/Is)