CILEGON – GALIJATI.ID, Duka mendalam menyelimuti Perumnas Bumi Cibeber Kencana (BCK), Kelurahan Cibeber, Cilegon. Razdaztaqphi Hasanudin (RH), seorang balita berusia 4 tahun yang dilaporkan hilang, ditemukan tak bernyawa di dalam saluran drainase (selokan) pada Rabu pagi, (3/12/2025). Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pahit tentang bahaya cuaca ekstrem dan pentingnya pengawasan anak.
Kronologi Hilang: Bermain Hujan dan Lenyap dari Pandangan
Tragedi ini bermula pada hari Selasa sore, sekitar pukul 15.11 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV milik warga, korban terlihat sedang asyik bermain di genangan air hujan di dekat selokan lingkungan rumahnya.
Korban sempat terlihat bersama seorang tetangga, Sdr. Jefri, yang saat itu sedang membersihkan saluran air. Namun, dalam hitungan detik yang tidak terawasi, balita malang itu lenyap dari pandangan setelah Sdr. Jefri membelakanginya.
Keluarga mulai panik dan melaporkan kehilangan RH pada Selasa malam, sekitar pukul 20.45 WIB. Laporan ini memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan kepolisian dari Polsek Cibeber, Polres Cilegon (Unit JSC), dan warga setempat. Pencarian intensif dilakukan hingga dini hari, termasuk menggunakan metode CCTV-Based Tracking.
Ditemukan Terjepit Setelah Pencarian Semalaman
Pencarian baru membuahkan hasil pada Rabu pagi, sekitar pukul 07.45 WIB. Setelah menyisir sepanjang aliran selokan dari lokasi terakhir korban terlihat, tim menemukan RH dalam kondisi meninggal dunia.
Posisi balita mungil itu ditemukan terjepit di dalam gorong-gorong atau saluran air drainase permukiman, tidak jauh dari rumahnya sendiri.
Korban Terseret Arus
Setelah dievakuasi, jenazah RH segera dibawa ke RSUD Kota Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan luar. Pihak kepolisian memastikan bahwa tragedi ini merupakan kecelakaan murni.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan adanya unsur pidana. Luka yang ada disebabkan oleh benturan saat korban terpeleset dan terjatuh ke dalam gorong-gorong,” jelas perwakilan Polres Cilegon.
Diduga kuat, korban terjatuh dan tersangkut setelah terseret arus air hujan yang saat itu sedang deras. Kasus ini ditutup sebagai musibah. Kapolres Cilegon pun menyampaikan rasa duka cita mendalam dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Peristiwa pilu di Cibeber ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak, terutama saat musim hujan di mana saluran air dan drainase dipenuhi arus deras yang berbahaya. (Ay)