Cilegon hari ini dikenal sebagai Kota Baja, pusat industri modern. Namun, jauh sebelum cerobong asap pabrik berdiri, sejarah kota ini diwarnai oleh perdagangan komoditas yang canggih. Sebuah penelusuran toponimi (asal-usul nama tempat) di kawasan Purwakarta mengungkap sebuah sistem logistik kuno yang sangat terstruktur, dengan Kampung Pabean sebagai simpul utamanya.
Kampung Pabean di Cilegon bukanlah kantor bea cukai di tepi laut seperti Pabean di Surabaya. Lokasinya yang berada di kaki bukit, diapit oleh Kedurung dan Pasar Bunder, mengungkap fakta bahwa Pabean Cilegon adalah Pos Bea Cukai Darat (Tolkantoor), gerbang yang mengontrol pergerakan harta karun Banten.
Pabean: Gerbang Kontrol Lada di Jalur Kaki Bukit
Nama “Pabean” (kantor cukai) selalu mengacu pada fungsi pemungutan pajak. Di lokasi ini, Pabean berfungsi sebagai check-point wajib, memastikan setiap karung hasil bumi yang turun dari bukit telah membayar bea sebelum diperdagangkan.
Analisis toponimi di sekitarnya menyingkap sebuah rantai logistik kuno yang terbagi menjadi tiga zona ekonomi utama:
Zona 1: Hulu Produksi dan Modal (Kedurung & Pecinan)
Di zona ini, komoditas diolah dan dimodali sebelum dikenai pajak.
-
KEDURUNG (Paling Atas Bukit. Meski hanya menyebutkan Kedurung tapi maksudnya mewakili seluruh wilayah pegununganĀ atau perbukitan sekitarnya): Ini adalah titik hulu (sumber). Nama Kedurung menandakan area tempat hasil bumi dari perkebunan bukit (terutama lada, komoditas utama Banten) dikumpulkan dan siap untuk diturunkan.
-
KAMPUNG PECINAN (Tengah): Kehadiran Pecinan di antara sumber dan Pabean sangat krusial. Komunitas Tionghoa berperan sebagai pemodal, tengkulak, dan administrator awal. Mereka membeli hasil bumi dari petani, menimbang, dan mengemasnya secara massal sebelum diserahkan untuk proses pajak.
Zona 2: Jantung Fiskal (Pabean)
-
KAMPUNG PABEAN (Kaki Bukit): Berada di posisi bottleneck (leher botol), Pabean adalah titik kendali tunggal. Tugasnya memastikan komoditas yang turun dari Kedurung dan Pecinan dihentikan, diperiksa, dan dibayarkan bea cukai daratnya. Setelah lunas, barang diperbolehkan menuju pasar di dataran rendah. Lokasi ini adalah bukti administrasi pajak yang efisien, memastikan pemerintah (pada masanya) tidak kehilangan satu sen pun pajak dari perdagangan.
Zona 3: Hilir Perdagangan dan Industri (Pasar Bunder & Sekitarnya)
Setelah lolos dari Pabean, barang masuk ke pusat distribusi yang didukung oleh berbagai industri.
-
PASAR BUNDER (Pusat): Ini adalah pusat pertukaran barang. Komoditas dari Pabean dijual bersamaan dengan produk lokal lain. Fakta bahwa pasar ini hanya buka dua kali seminggu (Selasa dan Jumat) hingga saat ini adalah bukti historis yang kuat. Jadwal ini menunjukkan Pasar Bunder adalah pasar regional yang melayani wilayah luas. Interval hari diperlukan agar petani di hulu punya waktu mengumpulkan hasil panen, dan pedagang besar memiliki waktu untuk membawa barang ke pelabuhan ekspor.
-
KAMPUNG BLACU dan PANASEPAN (Sisi Timur):
-
Blacu: Menunjukkan adanya sentra produksi karung atau pembungkus (menggunakan kain blacu) yang vital untuk pengangkutan lada yang sudah dibeli dari Pasar Bunder.
-
Panasepan: Mengacu pada industri pengolahan yang melibatkan panas/asap (pengeringan lada atau pengasapan hasil laut/ikan) untuk menjaga kualitas dan daya simpan komoditas yang diperdagangkan.
-
-
DUKUH MALANG (Sebelumnya DUKUH KELAPA) dan KEDAWUNG (Sisi Barat): Kedua kampung ini adalah sumber komoditas pendukung. Dukuh Kelapa menyediakan produk kelapa, sementara Kedawung (pohon obat/pewarna) menyediakan bahan baku khusus.
Cilegon: Kota Dengan Rantai Ekonomi Terpadu
Penelusuran ini membuktikan bahwa jauh sebelum menjadi Kota Baja, Cilegon telah memiliki sistem ekonomi yang kompleks dan terintegrasi. Kampung Pabean adalah simpul vital yang secara harfiah memisahkan zona produksi (hulu) dari zona distribusi (hilir).
Nama-nama kampung ini adalah warisan sejarah yang berharga. Mereka bukan sekadar nama, melainkan peta yang menceritakan bagaimana lada dan kekayaan alam Banten dulu dikumpulkan, diolah, diawasi, dan akhirnya, disalurkan ke dunia. Pabean Cilegon adalah saksi bisu kejayaan fiskal dan logistik yang pernah dimiliki wilayah ini. []