GALIJATI.ID, PANDEGLANG ā Kegiatan pembelajaran di sekolah tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas. Untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman peserta didik, diperlukan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Salah satu kegiatan yang mendukung hal tersebut adalah outing class.
Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, siswa-siswi MTs Al-Khairiyah Karangtengah melaksanakan kegiatan outing class dengan mengunjungi Situs Citaman yang terletak di Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Situs Citaman merupakan lokasi bersejarah yang kaya akan nilai arkeologis, budaya, dan ilmu pengetahuan alam.
Kegiatan ini diikuti oleh 65 siswa dari kelas VII dan VIII, serta didampingi oleh 8 orang guru pendamping. Para siswa mulai menjelajahi Situs Citaman sejak pukul 10.30 hingga pukul 12.00 WIB.
Siswa kelas VII, yang didampingi oleh guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mempelajari kondisi alam sekitar situs yang masih alami dan asri. Menurut Sifroni, guru IPA sekaligus pendamping kegiatan, outing class kali ini sangat penting dan wajib diikuti oleh peserta didik.
āDalam mata pelajaran IPA kelas VII terdapat materi tentang struktur bumi. Di Situs Citaman, siswa dapat belajar secara langsung karena di tempat ini terdapat sumber air alami, kolam pemandian yang terbentuk secara alami, serta berbagai jenis batuan alam,ā jelasnya.
Sementara itu, siswa kelas VIII yang didampingi oleh guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mempelajari sejarah Situs Citaman. Mereka menjelajahi area situs, mulai dari kolam alami hingga ke sebuah bukit yang diduga merupakan Punden Berundak, yang di atasnya terdapat Menhir dan Batu Goong.

Menurut Muthakin, guru SKI, Situs Citaman menjadi tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah dari masa megalitikum hingga masa Hindu-Buddha. āDi tempat ini, siswa dapat belajar langsung tentang sejarah dan kebudayaan yang berkembang di Indonesia, termasuk peninggalan Hindu-Buddha yang ada di Banten,ā ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dilatih untuk melakukan observasi, mendokumentasikan temuan, serta menyusun laporan. Kegiatan outing class ditutup dengan sesi refleksi. Sebagai penutup, para siswa diizinkan untuk mandi di kolam alami yang terdapat di kawasan Situs Citaman.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis, bekerja sama, serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya dan alam Indonesia.