Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, Perpustakaan Keliling Sambangi SDIT Al-Khairiyah Citangkil

GALIJATI.ID, CILEGON – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Cilegon mengalami peningkatan. Akhir Desember tahun 2024 tercatat, dari 9,3, kemudian naik menjadi 12,99, 18,20, turun kembali 12,25, setelah itu naik lagi ke 15 poin. IPLM merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai perkembangan literasi di suatu daerah.

Indikator kenaikan IPLM di Kota Cilegon dapat dilihat dari layanan perpustakaan, koleksi perpustakaan, pegawai perpustakaan (pustakawan), pengunjung perpustakaan serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi.

Sejauh ini Perpustakaan Daerah Kota Cilegon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon terus berupaya dan berbenah dalam melayani masyarakat Kota Cilegon di sektor pengelolaan dan penyediaan informasi.

Untuk terus meningkatkan literasi di masyarakat, Rabu (19/2/2025), Perpustakaan Daerah Kota Cilegon mengadakan kunjungan edukatif ke SDIT Al-Khairiyah Citangkil dengan membawa layanan perpustakaan keliling.

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 407 siswa dari kelas 1 hingga 6, dengan tujuan untuk menumbuhkan serta mengembangkan minat baca anak sejak dini melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan berbagai koleksi buku yang tersedia.

Kunjungan ini diinisiasi oleh pihak perpustakaan dan pihak sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi yang diharapkan dapat memberikan suasana baru dalam membaca bagi siswa.

Ketua perpustakaan sekolah, Lailatul Octaviyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan anak-anak pada dunia buku yang lebih luas, tetapi juga menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan tidak membosankan.

ā€œDengan adanya perpustakaan keliling dan membaca di tempat yang berbeda, anak-anak dapat merasakan suasana baru yang lebih menyenangkan. Harapannya, kebiasaan membaca ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari,ā€ ujar Lailatul Octaviyah.

Kepala Sekolah SDIT Al-Khairiyah Citangkil, Tuti Alawiyah, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala. ā€œKami ingin anak-anak semakin akrab dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan. Dengan banyaknya pilihan buku dan suasana yang mendukung, mereka bisa belajar dengan lebih nyaman dan penuh semangat,ā€ ungkapnya.

Selama kunjungan, para siswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi koleksi buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling, membaca bersama di halaman sekolah dengan suasana baru, serta berinteraksi dengan petugas perpustakaan yang memberikan panduan dalam memilih bacaan yang sesuai dengan usia mereka.

Terlihat, para siswa yang notabane berusia 7 sampai 13 tahun, lebih tertarik dengan bahan bacaan yang berwarna dan bergambar. Hal ini sangat baik untuk membantu memahami cerita dan memperluas imanjinasi anak.

Para guru yang turut mendampingi kegiatan ini juga mengungkapkan apresiasi mereka terhadap program ini. Mereka melihat bahwa kunjungan perpustakaan keliling bukan hanya menjadi ajang membaca, tetapi juga membangun rasa ingin tahu dan kreativitas siswa dalam mengeksplorasi dunia literasi.

Tak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perpustakaan dalam mendukung program literasi nasional.Dengan adanya kunjungan seperti ini, diharapkan budaya membaca dapat semakin mengakar di kalangan anak-anak, menjadikan mereka generasi yang lebih berpengetahuan dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan semangat literasi yang terus berkembang, diharapkan kunjungan ini dapat memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut serta mengadakan program serupa demi meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak. (Kin)Ā 

Berikan Komentarmu!