Siapa yang menyangka bahwa di tengah kawasan industri raksasa PT Krakatau Steel tersimpan sebuah situs bersejarah: makam seorang waliyullah bernama Syekh Pangeran Mambang.
Tokoh yang juga dikenal sebagai Pangeran Arya Lor ini merupakan penyebar agama Islam di wilayah Cilegon. Ia adalah putra mahkota Sultan Abdul Ma’ali Ahmad sekaligus saudara ketiga dari Sultan Ageng Tirtayasa, Raja Banten yang terkenal itu.
Makam Syekh Pangeran Mambang berada di Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, tepatnya di dalam area industri Krakatau Steel.
Keberadaannya tidak banyak diketahui masyarakat luas, namun tetap menarik perhatian para peziarah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dakwah di Banten.
Meski kurang dikenal, makam ini justru banyak dikunjungi ratusan peziarah dari luar Cilegon. Letaknya yang berada di wilayah terbatas membuat akses menuju makam tidak semudah situs ziarah pada umumnya karena area tersebut merupakan kawasan kerja PT Krakatau Steel.
Seiring meningkatnya jumlah peziarah, pihak pengelola PT Krakatau Wajatama (KWT) menetapkan sejumlah aturan. Di antaranya membatasi waktu kunjungan serta melarang pengambilan foto dan aktivitas tertentu di area makam.
Kebijakan ini diterapkan agar kegiatan ziarah tidak mengganggu operasional dan kenyamanan para karyawan yang bekerja di kawasan industri tersebut.
Aturan ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang ingin berziarah ke makam Syekh Pangeran Mambang, sehingga aksesnya terbilang lebih sulit dibandingkan tempat ziarah lainnya.
Namun, situs ini tetap menyimpan daya tarik sejarah dan spiritual yang kuat bagi mereka yang ingin menelusuri jejak dakwah Islam di Cilegon. (Kin/Sal)