CILEGON, GALIJATI.ID – Walikota Cilegon Robinsar mendorongp erkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar terus perkembangan meningkatkan pengusaha lokal.
Hal tersebut disampaikan Robinsar usai menghadiri pengukuhan pengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cilegon serta berharap organisasi tersebut dapat menjadi wadah pengembangan UMKM dan IKM yang kreatif.
“Kami berharap Rekreasi bisa menjadi tempat pengembangan UMKM. Karena ketika UMKM tumbuh, kontribusinya besar terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Robinsar pada Jum,at, 19 Desember 2025.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap hadir dan memberikan dukungan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) maupun jejaring yang dimiliki Pemkot Cilegon. Dukungan tersebut meliputi permodalan, pelatihan, hingga pendampingan usaha.
“Kalau memang ada yang perlu kita support untuk pengembangan usaha, sampaikan saja. Baik permodalan maupun pelatihan dan lainnya,” tambahnya.
Terkait peran Rekreasi sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Robinsar menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan untuk menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong IKM agar terus berkembang dan naik kelas.
“Kita ingin IKM ini tumbuh, berkumpul, dan berkembang. Ke depan, kalau bisa kita bikin sentra-sentra kerajinan baru seperti di daerah lain. Nanti akan saya minta Bappeda dan Disperindag untuk merumuskan konsepnya,” jelasnya.
Robinsar juga membuka peluang kolaborasi antara sektor industri dan perhotelan dengan UMKM lokal, termasuk penyediaan ruang khusus untuk menampilkan produk UMKM di hotel serta penggunaan produk lokal sebagai cenderamata.
Selain itu, Pemkot Cilegon juga mendorong pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk UMKM. Menurutnya, strategi penjualan harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui live commerce di media sosial.
“Sekarang zamannya online. Bisa difasilitasi melalui dinas, misalnya dengan membuat beberapa kanal live streaming untuk memasarkan produk UMKM,” katanya.
Meski rencana pembangunan pusat UMKM sempat diwacanakan di kawasan Taman Al Hadid, Robinsar mengungkapkan bahwa pemerintah masih mencari lokasi yang sesuai dengan peruntukan lahan. Sementara ini, kegiatan masih dilakukan di rumah dinas dan titik-titik lain yang memungkinkan.
“Tempat itu sebenarnya bisa di mana saja. Yang penting ekosistemnya berjalan dan UMKM kita terus bergerak,” tutupnya. (Is)