Masjid Gesing Cilegon: Keajaiban Arsitektur Tua di Tengah Gempuran Industri

Masjid Al-Khadra. Dikenal oleh warga lokal sebagai Masjid Gesing, tempat ibadah kuno ini merupakan saksi bisu perjalanan Cilegon sejak era kolonial dan hingga kini tetap menjadi denyut nadi keagamaan masyarakat.

Didirikan sekitar tahun 1930-an, Masjid Gesing bukanlah sekadar bangunan tua, melainkan sebuah monumen warisan yang menolak untuk tenggelam.

Dari Kampung Gesing Menjadi Kawasan Industri

Nama populer ā€œGesingā€ diambil dari nama besar kampung yang dahulu ramai di lokasi berdirinya masjid. Sayangnya, seiring waktu dan masifnya perkembangan industri di Cilegon, keberadaan kampung tersebut kini telah bertransformasi menjadi kawasan modern. Namun, nama Gesing tetap melekat erat sebagai identitas masjid ini.

Nama resmi masjid, Al-Khadra, yang bermakna ā€˜hijau’ atau ā€˜subur’, seolah menjadi doa dan harapan agar nilai-nilai keagamaan dan sejarah tetap tumbuh subur, bahkan di lingkungan yang didominasi oleh beton dan pabrik.

Arsitektur Kolonial yang Tak Lekang Oleh Waktu

Salah satu hal paling menarik dari Masjid Al-Khadra adalah arsitekturnya yang hampir sepenuhnya dipertahankan. Bangunan ini memancarkan ciri khas konstruksi lama:

  • Dinding Tebal: Temboknya sangat tebal, terbuat dari paduan batu bata mentah, tanah liat, dan kapur berwarna putih. Ketebalan ini bukan hanya penahan struktur, tetapi juga mendinginkan ruangan secara alami.
  • Pilar Melengkung: Bagian dalam masjid dihiasi dengan pilar-pilar besar dan lebar, yang dihiasi lengkungan indah di bagian atasnya, menambah kesan megah dan kokoh.
  • Ruang Inti: Layaknya masjid kuno di Banten, interiornya memiliki area salat utama yang jelas, serta tempat khusus untuk imam dan mimbar khutbah.

Meski demikian, masjid ini juga mengalami beberapa sentuhan pembaruan, seperti pemasangan atap baru di area wudu yang berlokasi di belakang masjid. Pembaruan ini dilakukan untuk kenyamanan jamaah tanpa mengubah struktur utama yang bersejarah.

Masjid Berkaromah di Tengah Gempuran Pabrik

Di tengah laju pembangunan industri yang begitu cepat di Cilegon, Masjid Gesing tetap tegak berdiri. Banyak masyarakat percaya bahwa kekokohan masjid ini bukan hanya soal konstruksi, melainkan karena adanya ā€˜karomah’ atau kekuatan spiritual yang diwariskan oleh para tokoh pendiri Kampung Gesing. Kekuatan inilah yang konon menjaganya dari gejolak pembangunan dan modernisasi yang melanda sekitarnya.

Lokasi dan Kegiatan Ibadah

Masjid Al-Khadra (Gesing) saat ini tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan harian. Ia aktif digunakan untuk salat lima waktu dan berbagai kegiatan keagamaan masyarakat sekitar, memastikan nilai-nilai historisnya tetap lestari.

Bagi Anda yang ingin mengunjunginya, lokasi Masjid Gesing sangat mudah dijangkau. Masjid ini berada persis di sisi kanan jalur utama Cilegon-Anyer, tepatnya di Jalan Kyai Abdul Haq Ahmad, Gesing, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Masjid Al-Khadra adalah permata sejarah Cilegon; sebuah pengingat bahwa di balik beton industri yang modern, terdapat jiwa dan kisah masa lalu yang tak pernah padam. (Ay/Sal)

Berikan Komentarmu!