Krakatau Waspada (Level II), Wali Kota Cilegon Terbitkan Edaran Khusus: Siaga Dua Ancaman Sekaligus!

Galijati.id | Cilegon, 10 Desember 2025

Selat Sunda kembali memasuki masa-masa krusial. Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) per hari ini, Rabu (10/12), masih berada pada status Level II (Waspada). Secara visual, teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi sekitar 5 meter di atas puncak kawah.

Namun, kegelisahan utama di Cilegon bukan hanya soal dapur Anak Krakatau yang “batuk-batuk.”

Pada tanggal 8 Desember 2025 lalu, Wali Kota Cilegon menerbitkan surat edaran resmi bernomor 300.2.3/2735/BPBD yang ditujukan kepada Camat dan Lurah di seluruh Kota Cilegon. Perihal surat ini sangat jelas: “Himbauan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi”.

Anak Krakatau dan “Bom Waktu” Cuaca Ekstrem

Langkah cepat Wali Kota Cilegon ini adalah respons proaktif terhadap prakiraan cuaca dari BMKG dan Badan Geofisika. Surat Edaran tersebut menjelaskan adanya peningkatan intensitas curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi pada periode akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.

Inilah yang membuat situasi di Cilegon menjadi siaga ganda:

  1. Ancaman Vulkanik: GAK Level II memicu larangan beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Meskipun Badan Geologi memastikan saat ini tidak ada indikasi ancaman tsunami, lontaran material dan hujan abu tetap menjadi risiko.

  2. Ancaman Hidrometeorologi: Cuaca ekstrem yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan angin kencang dapat memicu bencana banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di pesisir.

Kombinasi kedua ancaman ini—aktivitas GAK ditambah cuaca ekstrem—dapat memperburuk kondisi di pesisir. Contohnya, hujan lebat yang disinyalir BMKG dapat menyebabkan tumpukan abu vulkanik menjadi lumpur yang berat dan berbahaya.

Instruksi Khusus Wali Kota kepada Warga

Surat edaran tersebut secara tegas menginstruksikan langkah-langkah kesiapsiagaan di lapangan. Ini adalah poin-poin penting yang harus dilakukan warga Cilegon:

  • Pentingnya Koordinasi dan Informasi: Diinstruksikan kepada wilayah masing-masing untuk “selalu meningkatkan koordinasi dengan BMKG di wilayah masing-masing untuk memonitor kondisi terkini dan memperoleh informasi peringatan dini cuaca”.

  • Siaga Bencana Pribadi: Masyarakat diimbau untuk “menyiapkan tas siaga bencana, menyimpan barang penting, ketat aman serta mengurangi aktifitas diluar rumah”.

  • Kesehatan Lingkungan: Warga diminta untuk “tidak membuang sampah di saluran air dan sungai serta aktif melakukan kerja bakti dilingkungannya”.

  • Waspada Benda Rawan Tumbang: Pihak terkait diminta memangkas atau mengondisikan “pohon, tiang listrik, reklame, dan PJU yang berpotensi akan tumbang”.

Secara keseluruhan, pesan dari Wali Kota Cilegon jelas: Waspada terhadap alam, baik yang datang dari perut bumi (Anak Krakatau) maupun dari langit (cuaca ekstrem).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun tetap mematuhi radius aman 2 km yang ditetapkan PVMBG, serta menjalankan setiap poin himbauan yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota untuk meminimalisir risiko bencana. Mari kita sambut akhir tahun dengan siaga dan bijak! (Red.)

Berikan Komentarmu!