Tradisi Ruwah atau Ruwahan yang ada di Kota Cilegon merupakan suatu warisan kebudayaan yang kaya dengan perpaduan antara nilai-nilai keagamaan Islam dan kearifan lokal masyarakat Banten. Ritual ini dilaksanakan pada bulan Syaāban, persis sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.
Secara filosofi, istilah āRuwahā berasal dari kata Arwah. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi warga Cilegon untuk mendoakan arwah leluhur, seperti mengirim doa kepada keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia, melakukan penyucian diri sebagai bentuk persiapan spiritual dan pemurnian hati sebelum menjalankan puasa, serta mempererat hubungan antar tetangga dan anggota keluarga.
Pelaksanaan ruwahan di Cilegon umumnya dibagi menjadi beberapa tahapan, yang antara lain adalah:
1. Ziarah Kubur
Warga datang beramai-ramai ke makam keluarga untuk membersihkan area pemakaman, membaca Yasin, dan menaburkan bunga.
2. Riungan
Ini merupakan tradisi khas Cilegon. Warga berkumpul di Masjid atau Mushola setelah melakukan salat Maghrib atau Isya. Setiap keluarga membawa makanan untuk didoakan secara bersama oleh ulama setempat, kemudian dinikmati bersama atau ditukar di antara warga.
Puncak dari tradisi ini biasanya jatuh pada malam ke-15 bulan Syaāban, di mana masyarakat membaca Surat Yasin secara berjamaah sebanyak tiga kali.
Dalam setiap riungan ruwah yang diadakan di Cilegon, terdapat beberapa jenis makanan yang hampir selalu hadir sebagai lambang ucapan syukur, antara lain:
1. Nasi Berkat
Nasi kemasan yang berisi nasi putih, ayam goreng/opor, mi goreng, dan sambal goreng kentang.
2. Kue Tradisional
Misalnya ketan bintul, apem, atau cucur.
3. Gipang dan Emping
Camilan khas Cilegon yang sering dijadikan pelengkap saat memberikan hantaran.
Walaupun secara umum mirip dengan tradisi di daerah lain di Jawa, Ruwah di Cilegon memiliki suasana yang sangat kental dengan nuansa āKebantenanā.
Keterikatan masyarakat dengan tokoh agama sangat terlihat, sehingga setiap acara selalu berfokus pada kepemimpinan kyai atau ustaz di daerah tersebut, dengan bacaan doa yang penuh penghayatan namun tetap penuh kegembiraan dalam kebersamaan.