The Book of Codes: Emas Asia Yang Hilang

Seminggu sudah berlalu, sejak saya ke Jakarta berkunjung ke Pameran Buku Islam, atau biasa disebut Islamic Book Fair. Saya membeli beberapa buku. Namun demikian sebetulnya saya hanya membeli buku dua penagarang saja, yakni Tere Liye dan Zaynur Ridwan. Karangan Tere Liye: Burlian, Amelia, Eliana dan Pukat. Karya Zaynur Ridwan: Rambut Anisa, The Book of Codes dan Novus Ordo Seclorum.

Isu utama dalam novel ā€œThe Book of Codesā€ adalah kepemilikan ton-an emas negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Emas itu dibawa oleh negara-negara Eropa dan Amerika ke negaranya dengan perjanjian, negara-negara Asia mendapatkan haknya berupa bunga dari penyimpanan emas pada sistem ekonomi mereka. Namun sampai beberapa puluh tahun setelah emas itu dimanfaatnkan oleh Eropa dan Amerika, negara-negara Asia tidak mendapatkan hak yang dijanjikan. Perjanjian dilakukan pada masa Presiden Soekarno untuk Indonesia. Sementara emas itu terus digunakan untuk ā€œlandasan pencetakan uang mereka,ā€ Indonesia harus tetap berhutang kepada lembaga-lembaga keuangan dunia.

Indonesia dan negara-negara Asia tidak bisa menuntut haknya itu karena sebuah misteri yang harus dipecahkan. Bukti surat menyurat beserta kode atau sandi untuk membuka akses terhadap Bank Dunia. Orang yang memegang kode itu adalah Presiden Soekarno dan dua orang lagi dari Indonesia. Soekarno dan seorang yang memegang sandi itu telah meninggal. Tinggal satu orang lagi. Orang inilah yang menjadi misteri. Dan yang tahu keberadaan orang satu-satunya sandi itu adalah orang Belanda yang beristrikan Ambon. Sayangnya, seorang Belanda ini terikat oleh sumpah sakral dalam organisasi persaudaraan yang dikenal dengan Freemason (orang-orang Yahudi). Salah satu komimen organisasi pesaudaraan itu adalah terus menyembunyikan kode itu. Sebab, jika negara-negara Asia berhasil menemukan kode tersebut, negara Asia akan menjadi negara kaya dengan kepemilikan emas itu, juga atas hak-haknya selama ini yang harus diberikan oleh lembaga keuangan dunia. Sebaliknya, negara-negara Barat akan hilang keseimbangan, bahkan kehancuran tatanan keuangan mereka, karena negara-negara Asia akan mencetak uangnya sendiri tanpa harus hutang dan membayar bunga kepada lembaga keuangan dunia seperti selama ini.

Karena ternyata dengan emas-emas Asia-lah mereka menjadi berhak mencetak uang. Bayangkan ketika emas itu pindah tangan kepada pemiliknya, yang berhak mencetak uang sekarang adalah Asia. Bangsa Asia akan bebas dari hutang!

***

Saya melacak ā€œThe Book of Codesā€ di Youtube, —ada. Yang menarik dari tayangan ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang diangkat. Tayangan mempertanyakan (dengan teks) sebab kematian orang-orang penting dunia. Dari mulai Yesus, Paus, dan presiden Amerika: Abraham Lincoln dan JFK.

Dalam catatan sejarah, sebab kematian mereka sangat kontroversial. Dan yang populer adalah catatan sejarah yang menjelaskan sebab kematian mereka tak masuk akal. Tapi, Zaynur Ridwan dalam novel ini mengungkapkan, bahwa pembunuhan atas mereka disebabkan langkah sang tokoh mengancam eksistensi sistem perbankan dunia, yang berbasis bunga atau riba. Para tokoh ingin melepaskan umatnya, rakyatnya dari perangkap riba yang dikembangkan para banker.

Catatan 16 Maret 2015

Berikan Komentarmu!