Kue Bugis merupakan salah satu makanan tradisional yang sangat terkenal di daerah Banten, termasuk Cilegon. Meskipun namanya mengandung kata āBugisā, kue ini telah menjadi bagian integral dari budaya kuliner masyarakat setempat di Cilegon, terutama pada perayaan adat, hadiah pernikahan, atau sebagai teman minum teh di sore hari.
Kue Bugis adalah camilan basah yang dibuat dari tepung ketan yang diisi dengan parutan kelapa manis, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.
Teksturnya sangat kenyal, lengket, dan lembut saat digigit. Warnanya biasanya hitam jika terbuat dari tepung ketan hitam, atau hijau jika menggunakan ketan putih yang ditambahkan pewarna alami dari daun suji atau pandan.
Kue Bugis memiliki aroma yang khas dan harum karena pembungkusnya menggunakan daun pisang yang dikukus.
Keistimewaan dari Kue Bugis terletak pada isian yang dikenal dengan nama Unti. Unti terbuat dari kelapa muda yang diparut dan dimasak bersama gula merah atau gula jawa dan daun pandan hingga meresap dan kering. Rasanya manis dan legit dengan tekstur kelapa yang sedikit renyah.
Di Cilegon dan sekitarnya, Kue Bugis memiliki beberapa ciri khas dalam cara penyajiannya, antara lain:
1. Pembungkus
Biasanya dibungkus dengan daun pisang muda berbentuk kerucut atau persegi yang rapi. Sebelum proses pembungkusan, adonan sering diolesi sedikit minyak kelapa agar tidak lengket pada daun dan memberikan tampilan mengkilap yang menggugah selera.
2. Varian selai
Selain versi kering yang sekadar dibungkus daun, di Cilegon juga terkenal varian bugis lumer, di mana kue Bugis disajikan dalam wadah dan disiram dengan santan kental yang gurih, menciptakan kombinasi rasa manis dan asin yang sangat kuat.
Kue Bugis masih menjadi favorit di Cilegon karena bahan pembuatannya yang sederhana dan rasa aslinya yang tak terdampak oleh waktu.