Melarung Penat di Pulau Merak Kecil

Sehari setelah lebaran, tepatnya hari selasa tanggal 1 Maret 2025, seorang teman dari bekasi berkabar bahwa ia sedang berada di Cilegon. Rahmat (Bekasi) ditemani Lutfi (Cilegon) membuat status di Whatsapp. Mereka berdua sedang berada di salah satu warung kopi di pinggir jalan Cikuasa Atas. Tak menunggu berapa lama, saya bergegas menemui mereka.

Saya mengeluarkan sepeda motor yang beberapa hari tidak digunakan. Jalanan dari Lebak Gede ke Merak masih terbilang sepi. Mungkin karena masih dalam suasana lebaran, kebanyakan enggan keluar rumah. Namun ketika sepeda motor yang saya pacu memasuki wilayah Merak, dekat Pelabuhan Merak, arus lalu lintas cukup ramai. Melihat postingan di media online melalui handphone, pantai di Anyer mulai dipadati wisatawan pada hari itu.

Sekitar sepuluh menit dari rumah, saya sampai di tempat mereka ngopi. Saya memarkirkan sepeda motor tak jauh dari warung kopi tempat mereka nongkrong. Lutfi melihat kedatangan saya lebih dulu. Ia berdiri dan kami bersalaman. Disusul dengan Rahmat yang sedang asyik bermain handphone kemudian berdiri dan menyalami saya.

Bagi saya warung ini tidak asing. Pulang mengajar atau di saat ingin menghilangkan penat, saya sering menghabiskan waktu beberapa menit di warung ini. Biasanya di warung ini saya memesan mie rebus plus telor. Atau, jika kondisi saya masih kenyang, saya hanya memesan air mineral, es kopi dan cemilan.

Sambil menikmati pemandangan lalu lintas kapal laut di Selat Sunda, saya merekomendasikan tempat ini untuk ngopi santai. Namun jika kalian berkenan, saya akan memberikan saran, datanglah ke warung kopi tersebut pada sore menjelang magrib. Bisa saya pastikan, di saat cuaca cerah, kalian dapat melihat Pulau Sumatra dan cantiknya matahari tenggelam ditelan Selat Sunda.

Rahmat dan Lutfi sudah memesan kopi terlebih dahulu. Karena kondisi lambung saya yang sedikit bermasalah, saya hanya memesan air mineral dan cemilan. Di warung itu kami bertiga ngobrol panjang lebar. Saya menanyakan kabar Rahmat yang melanjutkan pendidikan di Bekasi. Hampir delapan bulan, saya tidak berjumpa dengan Rahmat.

Kata Lutfi, Rahmat ingin nyeberang ke pulau. Saya menanyakan, pulau mana yang hendak dituju? Pulau Merak Besar atau Pulau Merak Kecil? ā€œTerserah. Yang penting nyeberang pulau.ā€ Mendengar jawaban itu, saya menjelaskan kelebihan dan kekurangan di masing-masing pulau. Setelah itu, barulah diputuskan, tujuannya yaitu Pulau Merak Kecil. Saya menyanggupi untuk menemani mereka keliling pulau. Saya juga ingin melepas penat setelah beberapa hari hanya berada di dalam rumah.

Sebelum nyeberang ke Pulau Merak Kecil, kami bertiga melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu di Masjid Al-Hidayah yang terletak di Lingkungan Sukamaju Sukasari, Kelurahan Mekarsari, Pulomerak. Tidak jauh dari masjid tersebut, pintu masuk ke Pulau Merak Kecil berdiri. Ramai dan padat. Begitulah kesan pertama kami saat mulai masuk ke parkiran. Pulau Merak Kecil mulai dipadati pengunjung. Untuk biaya parkir sepeda motor, kami diminta lima ribu rupiah per-motor.

Parkiran mulai ramai dipenuhi sepeda motor, mobil pribadi dan angkutan umum. Begitu juga dengan pedagang yang berjualan dekat parkiran. Lutfi mengajak untuk membeli minum dan makanan. Tapi saya katakan, bahwa di Pulau Merak Kecil banyak warung-warung yang berdiri.

Kami bertiga berjalan di pintu dermaga. Petugas yang mengelola kawasan wisata tersebut memberhentikan langkah kami. Untuk menaiki perahu penyeberangan, satu orang dikenakan biaya lima belas ribu rupiah. Kami bayar dengan uang pas. Biaya lima belas ribu rupiah itu untuk pulang pergi atau antar jemput.

Perahu yang kami naiki merupakan perahu nelayan milik masyarakat sekitar. Jika memasuki musim liburan, perahu-perahu milik nelayan dimanfaatkan sebagai alat transportasi penyeberangan antar pulau untuk wisatawan. Namun ada juga perahu yang memang khusus disediakan sebagai alat transportasi antar jemput.

Sepuluh tahun terakhir, pesona Pulau Merak Kecil mulai dilirik dan dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata. Berada di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Pulau Merak Kecil menjadi tempat wisata utama di Kota Cilegon hari ini. Bahkan, pengunjung yang datang beragam. Tidak hanya dari Cilegon saja, melainkan pengunjung yang datang dari luar Cilegon pun banyak.

Pulau Merak Kecil dapat ditempuh sekitar tiga puluh menit dari pusat Kota Cilegon. Bagi yang dari luar Kota Cilegon, kalian dapat menggunakan Bus atau Kereta Api. Jika menggunakan Bus, kalian dapat langsung berhenti di depan pintu masuk yang terletak samping Kantor Polsek Pulomerak. Namun jika kalian menggunakan Kereta Api Lokal Merak-Rangkasbitung, kalian berhenti di Stasiun Merak, kemudian dilanjutkan dengan naik angkot warna merah jurusan Cilegon.

Kami bertiga duduk dekat sang nakhoda. Saya duduk di sebelah kiri. Momen-momen yang menarik saya abadikan menggunakan kamera handphone. Satu perahu bisa dinaiki dua belas sampai lima belas penumpang. Ini sesuai dengan besar kecilnya ukuran perahu. Karena ukuran perahu yang tersedia bermacam-macam.

lima menit di atas perahu, saya sangat menikmati perjalanan yang singkat itu. Indahnya pemandangan pegunungan di tepian barat Pulau Jawa dapat menghilangkan penat yang bersarang di kepala. Meskipun saya tinggal di Merak, terakhir menikmati perjalanan seperti ini sekitar tujuh tahun yang lalu.

Perahu bersandar di dermaga Pulau Merak Kecil. Ada pekerja khusus yang ditugaskan untuk membantu penumpang turun dari kapal. Pengunjung mulai memadati pantai. Terlihat tiga anak kecil sedang bermain air di samping dekat dermaga. Kami bertiga turun dari perahu dan berjalan menuju pos penjagaan.

Pulau Merak Kecil ini dikelola oleh Anak Pulo. Anak Pulo merupakan wadah anak muda yang mengelola kawasan Pulo Merak Kecil. Mereka yang bertanggungjawab akan keamanan, kenyamanan dan kebersihan Pulau Merak Kecil. Oleh karenanya, saat kami melewati pos tersebut, kami membayar biaya masuk pulau sebesar dua ribu rupiah per-orang.

Saya mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam pulau. Dibandingkan dengan kondisi terakhir kali saya ke Pulau Merak Kecil, kondisi hari ini lebih baik. Penataan pedagang, toilet umum dan tempat camping ground saya rasa dirancang dan direncanakan sebaik mungkin. Selain itu, hari ini Pulau Merak Kecil menawarkan berbagai macam wahana hiburan. Seperti banana boat, kano, donut boat dan area snorkling.

Sebelah sisi utara Pulau Merak Kecil, Rahmat dan Lutfi minta difotokan. Berlatar birunya air laut dan Pelabuhan Merak, tempat ini sangat cocok untuk dijadikan spot berfoto. Saya sangat menikmati suasana siang itu. Energi positif yang dipancarkan para pengunjung dan hangatnya suasana di Pulau Merak Kecil membuat saya betah duduk berlama-lama.

Sambil memperhatikan pengunjung yang sedang mencari kepiting dan pengunjung yang asyik memancing, terlintas satu pertanyaan, sejauh mana keterlibatan pemerintah daerah terhadap Pulau Merak Kecil ini? Sudahkah mereka memperhatikan para pengelola yang selama bekerja keras mengangkat nama baik Kota Cilegon dari sisi pariwisata?

Pertanyaan-pertanyaan ini saya simpan saja. Saya akan kembali ke tujuan awal, yaitu melarung kepenatan di Pulau Merak Kecil.

Setelah cukup lama kami duduk di bebatuan menyaksikan lalu-lalang kapal Ro-Ro yang hendak bersandar di Pelabuhan Merak , saya mengajak mereka berdua untuk mencari makan. Kami mampir dan makan di Warung Mak Yati-01.

Di warung ini ditawarkan berbagai macam makanaan, seperti: ayam geprek, ayam kecap, ayam goreng, kredok, nasi goreng, bakso, mie rebus dan pop mie. Dan untuk menu minumannya juga cukup lengkap, ada teh manis, es kelapa, es mio, es bengbeng, es teh manis, air mineral dan lain-lain.

Untuk harganya saya rasa cukup terjangkau. Bahkan menurut saya ini terbilang murah. Biasanya, banyak warung di tempat wisata yang mematok harga dagangannya dengan sangat mahal. Padahal, salah satu untuk mengangkat citra baik atau nama baik tempat wisata yaitu keberadaan para pedagangnya.

Di saat saya sedang mengobrol dengan Lutfi, Rahmat mengajak pulang. Esok pagi ia akan kembali ke Bekasi. Menjelang sore hari, kami mengakhiri perjalan di Pulau Merak Kecil dengan kesan ā€œKami akan datang kembai ke tempat ini.ā€ Saya mengajak mereka untuk berkemah satu malam di Pulau Merak Kecil. Semoga dalam waktu dekat kami dapat mengijabah niatan tersebut. Pulau Merak Kecil, tunggu kami datang kembali!

Merak, 3 Maret 2025Ā  Ā  Ā 

2 comments

Anonymous April 5, 2025 - 2:56 am

Tempat yang sangat rekomendasi untuk di kunjungi, saya sering liat di sosial media banyak yang dari kota luar main kesini

Reply
Anonymous April 5, 2025 - 7:37 am

kapan ya aku bisa ke sana

Reply

Berikan Komentarmu!