Rois, seorang putra daerah asal Watu Lawang, adalah sosok yang sejak muda dikenal gigih dalam menuntut ilmu dan berkomitmen untuk mengabdi kepada umat. Ia merupakan alumni MTs Al-Khairiyah Karang Tengah Cilegon, lulus pada tahun 2004. Bagi Rois, sekolah tersebut bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga tempat di mana nilai-nilai hidup, kedisiplinan, dan semangat keilmuan ditanamkan dengan kuat. MTs Al-Khairiyah telah menjadi rumah keduanya, tempat ia dibentuk secara spiritual, intelektual, dan sosial.S
Setelah MTs, Rois melanjutkan ke MA Al-Khairiyah Karang Tengah dan menyelesaikannya pada tahun 2007. Pendidikan tinggi ia tempuh di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, tempat ia memperoleh gelar Sarjana (S1) pada tahun 2012. Dengan semangat terus menimba ilmu, Rois kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister melalui Program Pendidikan Kader Ulama Kabupaten Bogor dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2018.
Kesadaran bahwa ilmu harus dibagikan, bukan hanya dikoleksi, mendorong Rois untuk berbuat nyata. Pada tahun 2020, di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan agama di tempat tinggalnya—Kampung Ranca Resmi, RW 05, Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor—ia mendirikan tiga lembaga pendidikan sekaligus: PAUD, TPQ, dan MDTA Al-Khairiyah. Ketiganya dibangun atas dasar kepedulian terhadap pentingnya pendidikan karakter dan agama sejak usia dini, terutama di pelosok desa yang jauh dari akses pendidikan berkualitas.
Sebagai pendiri dan pengelola, Rois menjalankan peran penting dalam pengembangan lembaga-lembaga tersebut. Ia tidak hanya berperan sebagai pemimpin formal, tetapi juga sebagai pengajar, pembina masyarakat, dan pelayan pendidikan. Melalui kiprah ini, ia membuktikan bahwa kontribusi besar bisa dimulai dari tempat yang kecil—selama disertai niat tulus dan konsistensi dalam perjuangan.
Bagi Rois, keberhasilannya hari ini tidak lepas dari fondasi yang ia dapatkan saat menempuh pendidikan di MTs Al-Khairiyah Karang Tengah. Ia menyampaikan kesannya dengan penuh rasa syukur:
“MTs Al-Khairiyah Karang Tengah bukan hanya sekolah, tapi rumah kedua yang membentuk karakter dan dasar keilmuan saya. Di sinilah saya belajar disiplin, mencintai ilmu, dan mengabdi untuk umat.”
Kini, dalam semangat menjaga silaturahmi dan mengenang jasa para guru serta almamater tercinta, Rois menyatakan kesiapannya untuk hadir dan mendukung sepenuhnya acara Haul & Reuni Akbar Al-Khairiyah yang akan digelar pada 19 Juli 2025 mendatang. Bagi Rois, reuni bukan sekadar temu kangen, tetapi momen penting untuk menyatukan kembali semangat kebersamaan, memperkuat jejaring alumni, dan mendorong kemajuan lembaga Al-Khairiyah ke depan.
“Insya Allah, saya siap hadir dan mendukung acara Haul & Reuni Akbar Al-Khairiyah 2025. Semoga acara ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, mengenang perjuangan para guru, serta merancang langkah-langkah bersama demi kemajuan Al-Khairiyah di masa depan.”
Selain menempuh pendidikan di Madrasah Al-Khairiyah Karangtengah, ia juga menuntut ilmu di Pesantren Nurul Qomar, —sekarang menjadi Pondok Pesantern Banu Al-Qomar. Di samping menjadi seorang pendidik, kini Rois aktif di beberapa organisasi. Di antaranya sebagai pengurus LPKPU MUI Kab. Bogor, Sekretaris MUI Kec. Jasinga dan Ketua POKJA Pondok Pesantren Kec. Jasinga.